Text 24 Oct Survei ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah

Rumah sakit ini Cuma 10 menit dari rumah dengan motor. Nilai plus nih, soalnya saya ga harus menambah kekhawatiran dengan bermacet ria.

RS ini bukan rumah sakit bersalin, melainkan rumah sakit umum. Selain spesialis kandungan, ada dokter umum, Spesialis ortopedi & traumatologi, Gigi & Mulut, THT, Anak, Bedah umum, jantung, Syaraf, Orthodontic, Penyakit dalam, Paru, kulit & kelamin, mata, Psikologi, Kedokteran fisik & rehabilitasi dan Gizi Klinis, dll

Rumah sakit ini sebenarnya sudah lama, tapi baru saja di renovasi dan ditingkatkan pelayanannya. Awalnya beberapa kali ke dokter kandungan disini saya kurang dapat chemistry-nya. Tapi beberapa kali senam hamil disini, saya mendapatkan pengajar bidan-bidan yang ramah dan sangat komunikatif. Saya mulai mencari informasi dari mereka. Ternyata disini mereka sudah memberlakukan IMD dan rawat gabung. Mereka juga lebih memprioritaskan proses kelahiran normal dan tidak menyarankan penggunaan susu formula untuk bayi.

Untuk biaya kelahiran mereka memberlakukan system paket:

1. Kelas Utama

Normal: Rp 7.000.000, Caesar Rp 12.000.000

Fasilitas:

- Satu buah tempat tidur

- Bed Side Cabinet

- Ruang BerAC
- Central Oxygen & Nurse call

- Televisi dan satu set sofa

- Kulkas

- Kamar mandi dengan water heater

2. Kelas I

Normal: Rp 6.000.000, Caesar Rp 11.000.000

Fasilitas:

- Dua buah tempat tidur

- Bed Side Cabinet

- Ruang BerAC
- Central Oxygen & Nurse call

- Televisi

- Kamar mandi dengan water heater

3. Kelas II

Normal: Rp 5.000.000, Caesar Rp 10.000.000

Fasilitas:

- Tiga buah tempat tidur

- Bed Side Cabinet

- Ruang BerAC
- Central Oxygen & Nurse call

- Televisi

- Kamar mandi

Untuk kelahiran normal, rawat inap selama 3 hari. Sedangkan untuk Caesar 3-5 hari tergantung kondisi ibu.

 

Dari segi harga, disini lebih murah dari RS Tambak, tapi lebih mahal dari RS Buah Hati. Untuk lokasi, yang pasti saya memilih rumah sakit ini, harga masih masuk budget dan kriteria yang saya mau sudah terpenuhi. Tinggal konsultasi ke dokter disini.

 

Malam itu saya sengaja membuat janji dengan dokter Ningtyas, SpOG. Dokter nya orang jawa sepertinya, cara bicaranya lembut dan hati-hati sekali. Dia agak bingung juga waktu melihat status saya yang tercatat di RS ini. Terakhirsaya cek waktu hamil awal-awal minggu. Saya jelaskan bahwa saya sebelumnya dari rumah sakit lain, dan berencana melahirkan di rumah sakit ini karena lebih dekat dari rumah. Saya tunjukan buku status saya yang sebelumnya, sambil menjelaskan bahwa kehamilan saya alhamdulillah normal tidak ada masalah. Hanya gula darah yang cenderung naik beberapa saat ini.

Kemudian beliau memeriksa saya dengan USG. Posisi kepala bayi masih dibawah, dengan tali pusat masih melilit di leher. Berat bayi di minggu ke 36: 2,4kg. Kondisi normal alhamdulillah.

Ia menyarankan saya untuk mengecek kembali gula darah dan kembali dengan hasilnya minggu depan. So far dokternya komunikatif. 

Text 13 Oct RSIA Buah Hati Ciputat

Usia kandungan sudah 35 minggu dan saya belum memutuskan akan melahirkan dimana. Kemarin saya dan suami menyambangi rumah sakit yang menjadi kandidat tempat saya bersalin.

Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Ciputat berlokasi di Jl. Aria Putra No.399 Serua Indah Ciputat. (021-74632222)

Rumah sakit ini menjadi pilihan karena review yang saya baca di forum-forum banyak yang merekomendasikan RS ini untuk wilayah ciputat. Rumah sakit ini memang masih tergolong baru, tapi pelayanannya (berdasar review) bagus dan harganya termasuk murah. Empat orang rekan saya sudah melahirkan di RS ini. Dokter senior yang banyak di rekomendasikan disini adalah dr.A.Muchlis Lubis, SpOG. Tapi, seperti layaknya dokter favorite, antriannya naudzubillah.

Dokter lain yang berpraktek disini:

- dr.Ismail Yahya, SpOG,

- dr.Kartika Hapsari, SpOG, (Wanita)

- dr.Rican Bongguk, SpOG

- dr.Wiropan, SpOG,

- dr.FX.Nandono, SpOG,

- dr.Andri Kurniawan, SpOG

- dr.Tri Yuniarti, SpOG (Wanita)

praktek dokter ada sejak jam 08.00 sampai jam 21.00.

Disini juga ada fisoterapi, DSA, Spesialis Penyakit dalam, Dokter umum, Gigi, Bedah, Kulit & Kelamin, dan PSikologi.

Daftar tarif per oktober 2011

konsultasi +USG 2D Print : Rp 140.000

konsultasi +USG 2D tanpa Print : Rp 105.000

konsultasi +USG 4D +CD : Rp 355.000

konsultasi +USG 4D tanpa Print : Rp 175.000

Konsultasi dokter Spesialis : Rp 75.000

Konsultasi dokter umum : Rp 25.000

Konsultasi dokter gigi umum : Rp 65.000

Untuk persalinan ada paket melahirkan + kamar inap.

1. Persalinan Normal (rawat 3hari) 

Super VIP Rp 6.010.000

VIP Rp 4.756.000

Kelas 1 (sekamar 2 orang) Rp 3.795.000

Kelas 2 (sekamar 2 orang) Rp 3.090.000

Kelas 3 (sekamar 9 orang) Rp 2.000.000

2. Sesaria (rawat 4 hari)

Super VIP Rp 12.000.000

VIP Rp 9.200.000

Kelas 1 (sekamar 2 orang) Rp 7.300.000

Kelas 2 (sekamar 2 orang) Rp 6.800.000

Kelas 3 (sekamar 9 orang) Rp 5.615.000

Menurut pengamatan saya, pada kunjungan pertama:

- Parkiran mobil di depan terlalu kecil jadi terkesan penuh

- Meja informasi kurang spesifik, karena sekalian melayani pendaftaran dan penimbangan badan untuk anak dan dewasa jadi terkesan ramai.

- Ruang tunggu standart rumah sakit umum, crowded

- Ada ATM, kantin, mushola di ruang bawah

- Pelayanan petugas di meja informasi cukup ramah, ia menunggu saya yang masih memikirkan pertanyaan selanjutnya. Ada beberapa front liner yang begitu di penanya informasi diam, ia akan sibuk multitasking dengan pekerjaannya sendiri. Jawaban yang diberikan petugas informasi juga cukup memuaskan.

- Bisa IMD & rawat gabung sesuai permintaan pasien

- Harga paket melahirkan murah

- Free wifi

- Suster yang melayani kami untuk melihat kamar di lantai 2 cukup ramah dan jelas memberikan informasi

- Kamar VIP cukup bagus & bersih.

- dari rumah ke RS sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi karena menuju pasar ciputat, jadi banyak angkot yang ngetem menyebabkan jalanan macet.

Sejauh ini masih penilaian fisik, tinggal menunggu waktu berkonsultasi dengan dokter kandungan. Kemungkinan saya akan memilih dokter perempuan walaupun banyak yang merekoendasikan dokter muchlis.

Text 13 Oct Anak aba pinter

Sebelum mulai senam hamil, para ibu selalu di data kondisi kehamilannya di kartu status. Kartu saya selalu tertulis posisi masih sungsang :( jadi saya selalu dapat sesi khusus untuk gerakan “nungging”, sementara ibu lain yang usia kehamilannya kurang lebih sama tidak perlu nungging lagi.

Dokter saya tidak terlalu khawatir dengan posisi bayi yang kepalanya belum turun ke bawah ini. Ia hanya menyarankan banyak-banyak gerakan sujud dengan dada menyentuh lantai dan berlajan kaki 30 menit. Kata dokter selama air ketubannya masih banyak dan bayinya masih kecil, kemungkinan ia berputar arah masih ada.

Kemarin sebelum jadwal kontrol minggu ke 34 saya bilang sama suami saya, “yang tolong dikasih tau si adek supaya posis kepalanya dibawah”.. lantas saja suami saya mendatangi perut saya, sambil dipegang, ia berbisik “adek, mohon kerjasamanya ya, tolong bantu bundo supaya lancar kelahirannya, tolong posisinya disesuaikan, kepala dibawah. Biar kelahirannya lancar”

hehehe…. saya senyum-senyum saja. Saya bilang kalo pakai kata “mohon kerjasamanya”, kok terdengar sedikit mengintimidasi :P 

Malamnya sebelum di USG dokter bertanya “gimana bu, posisinya?” 

"kayanya masih melintang dok"

"yuk, kita liat dulu"

…….

Ternyata, Alhamdulillah, dokter bilang posisinya sudah terbalik. Kepalanya sudah dibawah :)

Rupanya si adek pinter, nurut sama aba-nya.

Malamnya, suami saya kembali berbisik “makasih kerjasamanya ya dek, tolong dipertahankan sampai waktunya lahir” 

:)

Video 13 Oct

Another lungsuran :)

Mungkin sebagian orang akan bilang ini rejeki anak. Alhamdulillah, rencana untuk membeli atau menyewa box bayi batal. Beberapa bulan yang lalu waktu saya utarakan ke kakak ipar saya yang perempuan, ia bilang “gak usah beli box, kak dhani udah siapin box bekas anaknya udah gak dipakai”

Alhamdulillah.. Jadilah satu urusan beres. 

Kemarin, suami saya menyambangi rumah mertua kakaknya untuk mengambil box tersebut. Ternyata bukan cuma box, beliau juga melungsurkan stroller cucunya.

Jadilah hari ini saya sempatkan membongkar stroller pliko coklat untuk dicuci bahan kainnya :)

Text 13 Oct Mempersiapkan biaya pendidikan

its 02.21 am in the morning.

seperti biasanya, sudah 2 bulan ini saya selalu terbangun tengah malam 2kali untuk buang air kecil. Malam ini karena suami saya sedang keluar kota, jadi selesai urusan kamar mandi agak sulit untuk tidur lagi..

Daripada sulit tidur karena kangen, saya putuskan menyalakan laptop.

Awalnya browsing, cek email dan update harga emas. Kemudian teringat bahasan salah satu situs ibu-ibu urban tadi siang, tentang biaya pendidikan anak.

Sejak awal menikah, soal urusan menabung dan investasi menjadi bagian saya. Suami bagian mencari dananya. Selain karena ia sulit menabung, sebagian besar uang yang suami saya miliki digunakan untuk modal perputaran uang kembali, maklum wiraswastawan. Jadi, keuntungan usaha tiap bulan biasanya disetorkan dulu ke saya untuk ditabung.

Insyaallah anak kami akan lahir dibulan November 2011. Pendidikan formal pertama untuknya kemungkinan adalah playgroup/TK di usia 4 tahun.

Saya pribadi sudah mengincar satu sekolah alam, yang kebetulan lokasinya dekat dengan rumah yang insyaallah akan kami tempati tahun depan. Bukan sekolah islam, tapi pengajarannya berbasis Islami. Kenapa pilih sekolah alam, karena saya ingin anak saya kreatif dan tidak terbatas hal yang kaku. Berdasarkan review yang saya baca, sekolah yang menyediakan kelas dari preschool sampai Highschool ini cukup bagus dan tidak terlalu mahal.

Ketika saya utarakan ke suami saya, dia setuju saja, walaupun dia juga menyarankan untuk memasukkan anak kami nanti ke sekolah negri saja seperti dulu kami berdua. Buatnya, yang penting adalah pendidikan di keluarga yang menentukan kecerdasan dan karakteristik seorang anak.

Malam ini saya membuka excel sheet.

Saya buat sebuah hitung-hitungan kasar, biaya pendidikan untuk anak pertama kami yang Insyaallah pengeluaran dananya dimulai 4 tahun lagi. Empat dan lima tahun untuk preschool, 6-11 tahun untuk sekolah dasar.

Saya buat angka lima juta rupiah untuk tahun ke 4 dan 5. Tahun ke 6: dua puluh juta, dengan pertimbangan biaya masuk SD. tahun ke 7-11 lebih kecil karena hanya biaya spp setahun dan uang awal tahun (sumbanganpemeliharaan gedung dll). Semua expense saya kalikan inflasi 20%. Total yang saya butuhkan untuk 11 tahun ke depan adalah 267juta!

Dibawah tabel expense saya buat lagi tabel investasi. Investasi saya perkirakan naik 10% pertahun, lebih kecil dari inflasi. Angka ini dikurangi pengeluaran pendidikan tiap tahunnya. Hasil yang didapat, bila ingin aman untuk 11 tahun ke depan, tahun 2011 investasi saya harus sebesar 90an juta rupiah!

Itu baru dana pendidikan sampai lulus sekolah dasar, belum perhitungan untuk SMP-SMA dan perguruan tinggi.

Semoga usaha kami dilancarkan dan doa kami diijabah, agar terkumpul dana untuk pendidikan si buah hati. Aamiin.

Text 10 Oct Melahirkan dimana?

Hampir tiap orang yang saya temui saat hamil selain bertanya sudah berapa bulan usia kandungannya, juga bertanya kontrol dokternya dimana?

Karena tau rumah saya di ciputat, kontrol di rumah sakit tambak di manggarai pasti di jawab dengan “jauh banget”.

Memang jauh, setidaknya butuh satu setengah jam untuk mencapai rumah sakit dari rumah.

Awalnya saya cek up kehamilan di rumah sakit UIN syarif hidayatullah yang lebih dekat dengan rumah. Dengan membonceng motor hanya 10 menit dari rumah. Tapi dua kali cek-up di dokter perempuan yang berbeda di rumah sakit ini, chemistry tidak terjalin. Salah satu dokter kurang optimis dengan kehamilan saya, rasanya gak menenangkan. Satu lagi lebih senang bicara dengan susternya daripada bicara ke saya. Selain itu suster-suster yang kebetulan hari itu membantu bu dokter agak kurang ramah.

Plus antriannya panjang, wajar sih, hampir di semua rumah sakit terjadi.

Atas rekomendari kakak dan googling di internet saya putuskan ke dokter Oni di rumah sakit tambak. Diluar dari antrian pasien dokter Oni yang Naudzubillah, saya dan suami cocok dengannya. Orangnya santai tapi penuh perhatian. Dan yang pasti dia optimis.

Akhirnya dibela-belain jauh-jauh ke manggarai tiap bulan.

Saya dan suami sudah memikirkan menjelang kelahiran akan tinggal di rumah orang tua suami yang lebih dekat ke Manggarai. Minggu lalu, saat usia kelahiran 33 minggu, saya mulai tanya-tanya biaya melahirkan di sana. Kami memilih kelas 1, dengan pertimbangan 1 kamar 1 pasien dan harganya termasuk menengah. RS tambak punya beberapa kelas: 1,2,3,Utama, VIP, VVIP.

Saat ini biaya melahirkan normal di RS Tambak kelas 1 Rp 11.000.000, sedangkan caesar Rp 18.500.000. Untuk biaya inap sendiri Rp540,000/malam untuk kelas 1

Di Rumah sakit Umum Jakarta Medical Centre (JMC) persalinan normal sekitar 7juta. Sedangkan di Rumah Sakit Buah Hati Ciputat sekitar 5 juta.

Pada dasarnya kami tidak keberatan dengan biaya di rumah sakit tambak, karena alhamdulillah biaya melahirkan caesar sudah kami berdua siapkan pada saat kami baru menikah. Kenapa biaya caesar? karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi nanti, siap-siap saja untuk kondisi terburuk. 

*

Semakin menjelang kelahiran perut saya semakin berat, dan mulai bimbang soal topik ‘melahirkan dimana’ ini. 

Apalagi kemarin saya dan keluarga baru saja menjenguk saudara yang habis melahirkan. Ia pasien di RSIA Buah Hati Pamulang dengan dr.Muchlis, DSOg. Satu lagi pasien dr Muchlis selain 2 teman saya. Saudara saya ini mempromosikan rumah sakit dan dokternya. Katanya dengan pertimbangan jarak rumah kami yang kebetulan sama-sama di Ciputat, RSIA Buah Hati termasuk dekat. Selain itu rumah sakit baru ini bagus dan belum komersil. Ia melahirkan caesar dengan kamar super VIP menghabiskan dana 25 juta. Lumayan murah dibanding rumah sakit di Jakarta.

Mulai bimbang lagi. Tadinya saya dan suami baru akan survey rumah sakit ini setelah melahirkan, untuk mencari Dokter Spesialis Anak dan merencanakan anak ke dua. Tapi sepertinya survey akan dimajukan. 

Text 19 Sep Senam Hamil yuks….

Berdasar info dari brosur di rumah sakit dan ibu-ibu yang sudah melahirkan, saat yang tepat untuk mengikuti senam hamil adalah di bulan ketujuh. Berarti sudah waktunya, karena usia kandungan sudah masuk 31 minggu. 

Katanya, beda rumah sakit beda cara senam hamil. Sebenarnya, beda cara melahirkan (baca:mengedan). Ada rumah sakit yang mengedan sambil pedang paha, ada yang sambil pegang pergelangan kaki. Jadi di senam hamil biasanya disesuaikan dengan rumah sakitnya. 

Saya berencana melahirkan di RSIA Tambak, tapi berhubung saat ini tempat tinggal saya sangat jauh dari RSIA tersebut jadi agak repot juga kalau harus bolak-balik senam hamil disana. Akhirnya diputuskan cara tempat senam hamil di rumah sakit dekat rumah. Gak apa-apa deh beda cara, nanti kalau menjelang hari-H baru saya pindah ke rumah mertua yang lebih dekat ke RSIA tambak, jadi bisa senam hamil disana.

RS yang saya pilih adalah RS UIN Syarif Hidayatullah. Senam hamil diadakan tiap sabtu dan minggu. Sabtu ada 2 sesi, jam 08.00-09.00 dan 09.00-10.00. Minggu hanya 08.00-09.00. Tiap sesi dibatasi hanya 6 orang peserta, dan peserta harus datang mendaftar setengah jam sebelumnya, tidak bisa via telepon.

Biaya senam cukup murah, hanya 20ribu per kedatangan, untuk awal ada biaya lima ribu rupiah untuk registrasi dan pembuatan kartu.

Sabtu itu, saya sudah tiba di TKP jam setengah delapan kurang, karena takut tidak kebagian kelas. Ternyata teman satu sesi saya hanya 2 orang. Yang satu 32 minggu, satu lagi 36 minggu. Kami bertiga sama-sama bukan pasien di RS ini, hanya numpang senam hamil. Alasannya juga sama, karena RS tempat kami rencana bersalin terlalu jauh, jadi kami cari yang dekat rumah :)

Pengajar hari itu bidan Cynthia. Orangnya ramah, siap sedia menjawab pertanyaan peserta yang ketiganya hamil anak pertama. Senamnya sendiri sangat ringan, tidak mengeluarkan keringat sama sekali. Padahal dari rumah saya sudah mempersiapkan handuk dan baju dalam ganti kalau sampai keringetan :P

Bu bidan mengajarkan gerakan-gerakan yang bisa dipraktekan sendiri di rumah. Khusus untuk si ibu hamil 36 minggu, ia mengajarkan cara mengedan. Saya dan ibu satu lagi yang 32 minggu tidak boleh ikutan latihan ngedan, belum waktunya.

Ternyata agak ngeri juga ya -_-

Semoga kami diberi kemudahan dan kelancaran dalam proses melahirkan kami nanti.

Text 19 Sep Mengintip si dia lewat USG 4D

Sudah sejak lama, saya ingin mencoba USG 3 Dimensi untuk melihat si bayi. Waktu saya utarakan ke dokter Oni, dia bilang untuk jam prakteknya tidak menyediakan jasa USG 3D atau 4D karena proses USG ini memakan waktu, sedangkan jam praktek dokter Oni termasuk yang “kejar tayang”. Kata beliau kalau kelamaan di dalam ruang periksa, bisa-bisa para ibu yang antri di ruang tunggu pada protes.

Jadi ia menyarankan untuk USG di dokter yang lebih senggang, di hari sabtu atau minggu. Maka saya dan suami pun memutuskan untuk 4 minggu mendatang konsultasi ke dokter Irvan, di hari sabtu.

Hari Yang ditunggu pun tiba, ternyata benar kata dokter Oni, dokter Irvan lebih sedikit antriannya. Saya mendapat nomor urut 5. Waktu saya datang, cuma ada 2 orang ibu yang antri. Saya dapat urutan pertama masuk, karena si ibu nomor 1-4 belum tiba.

Dokter Irvan bertanya kok tumben konsul ke dia. Saya bilang saya mau USG 4D. Dari nadanya beliau agak keberatan, karena usia kandungan saya baru 28 minggu. Menurutnya janin masih terlalu kecil…. waaaks…. kecewa deh.

Sebenarnya USG 3D dan 4D ini bisa dilakukan, tapi sayang kalau janin masih kecil tidak terlalu terlihat. Akhirnya beliau mengijinkan kami mengintip dulu USG 4D si baby. Kalau tidak sreg tidak usah di rekam.

Kontrol kali ini lebih details dibanding kontrol dengan dokter Oni. dr.Irvan mengecek aliran darah, jantung dan ginjal si baby dengan USG detail scan. Kemudian beralih ke USG 4D. Subhanallah…. terlihatlah si Johan Junior. Tangannya telungkup di depan mulutnya, jadi wajahnya agak tertutup. Alhamdulillah jari-jarinya sempurna, badannya, kakinya juga. Ia terus bergerak pelan. Kaki-kakinya disilangkan tapi terus digerak-gerakkan. Kata dokter Irvan, lagi senang dia, jadi kakinya gerak-gerak terus….hehehe….

Saya dan suami tidak bisa berhenti tersenyum…. Subhanallah, kuasaMU ya Allah :)

"Jadi, mau direkam tidak bu?" kata dokter

"Gak usah deh dok, kan sudah keliatan. Next time aja."

Dan si baby tidak jadi didokumentasikan. Kami pun hanya di kenakan biaya USG 2D.

Berat badan si Baby di minggu ke 28 sudah 1360gram. Kata dokter agak besar. Normalnya bayi Indonesia 1250g, kalau bayi bule 1400g. Jadi agak diatas rata-rata. Tapi tidak berbahaya katanya, kalau nanti kebesaran saya tinggal atur makan. Yang bahaya justru kalau terlalu kecil.

Alhamdulillah si baby sehat dan jenis kelamin laki-laki seperti yang sebelumnya terlihat. Posisi masih sungsang.

Ternyata soal USG ini, kata dokter justru yang penting bukan melihat wajahnya ganteng ga, hidungnya mancung ga…. tapi yang paling penting melihat aliran darah dan fungsi organ.

USG 3D dan 4D lebih kepada kepentingan estetika, makanya beliau tidak terlalu menyarankan.

Setidaknya rasa kangen kami sudah terpuaskan dengan melihat wujud bayi kami :)

Text 13 Sep Preparing baby stuff, antara lungsuran dan toko online

Kata orang dulu, pamali belanja perlengkapan bayi waktu umur kehamilan masih muda. Saya pribadi belum belanja di awal-awal karena belum yakin dengan jenis kelamin si baby dan menanti lungsuran dari kakak yang juga baru punya bayi. Kebetulan anak kakak saya dua-duanya juga laki-laki. Anak keduanya nanti kira-kira berumur 9 bulan waktu baby saya lahir.

Saat ini badannya sudah tumbuh pesat alias panjang dan gendut, jadi baju-baju newbornnya banyak yang sudah tidak terpakai dan masih dalam kondisi bagus.

Alhamdulillah saya dapat lungsuran:

Bottle sterilizer (masih baru)

Gendongan bayi (masih baru)

tas bayi (masih baru)

23 pcs popok kain katun prefold 

1 pasang sepatu bayi

4 pasang kaos kaki

3 pasang kaos tangan

Topi

1 stel pakaian

5 pcs jumper yang belum dipakai

5 pcs atasan newborn

19 pcs celana pop (beberapa belum pernah dipakai)

1 pcs celana panjang

7 pcs singlet

lumayan banyak yaaah…. :) Jadi hemat banget belanjanya.

Saya tinggal melengkapi yang kurang. 

Karena berniat menggunakan popok kain, jadi saya beli 4 clodi cover, 5 insert microfiber, 10 washable liner, selusin alas ompol renata, perlak dan peralatan yang habis dipakai seperti minyak telon, sabun cair, sabun cuci popok, kapas dan tisu basah.

Sebagian besar saya beli online, jadi gak perlu capek jalan. Sebagian yang tidak ada di online shop saya beli di toko peralatan bayi dekat rumah. Semula saya berniat pergi ke pusat perbelanjaan yang lengkap seperti ke ITC atau tanah abang. Tapi kok kayanya capek banget harus keliling jauh-jauh. Jadi diputuskan yang dekat-dekat saja.

Barang-barang yang besar, saya hanya membeli tambahan lemari untuk peralatan bayi. Awalnya mau beli atau sewa box bayi, sudah sempat survey kemana-mana juga. Eh, taunya kakak ipar mau melungsurkan box bayi anaknya yang saat ini sudah 16 bulan. Box bayi sudah di packing siap dipindah-rumahkan, Alhamdulillah :)

Untuk Baby stroller, saya masih menimbang apa perlu dibeli atau tidak. Untuk newborn mungkin lebih menyenangkan kalau digendong saja. Nanti kalau sudah agak besar baru bisa dipertimbangkan.

Lihat peralatan bayi tuh bikin kalap deh, rasanya pingin dibeli semua barang yang lucu-lucu. Terutama baju bayi. Tapi setelah dipikir, bayi kan cepat tumbuh, nanti bajunya malah gak sempet dipakai semua :P akhirnya saya tahan diri untuk gak lapar mata.

Text 16 Aug Bumil Travelling

Backpaker ke Singapore di Minggu ke Lima

Bulan maret 2011 usia kandungan saya 5 minggu. Sudah menjadi agenda di kantor saya bekerja, pada awal tahun fiscal kami mengadakan trip ke luar kota atau luar negeri untuk mengadakan kick off meeting. Tahun ini destinasinya ke Singapore. Informasi trip ini sudah mulai didengungkan dari sebulan sebelumnya. Waktu itu, saya sudah positif terdaftar sebagai peserta trip. Ketika tiba-tiba test pack saya positif ceritanya menjadi lain. Apakah saya harus ikut berangkat? Sementara saya sedang hamil muda.

Kata orang hamil muda atau bahasa kerennya pada trimester pertama, janin masih sangat rentan. Apalagi kesempatan hamil ini sudah kami tunggu hampir setahun.

 

Waktu itu sebenarnya, info dari hasil testpack positif, tapi dokter kandungan yang saya temui pertama bilang kehamilan saya masih tanda tanya. Ia Cuma bilang kita lihat dua minggu lagi. Tanpa ada nada-nada positif hamil, beliau hanya memberi asam folat, bukan penguat kandungan seperti yang saya harapkan.

Walau dokter bertanggapan negative tapi saya berfikir sebaliknya. Insting aja.

Kebetulan ibu mertua saya bekerja sebagai apoteker. Jadi saya minta ke beliau obat penguat kandungan.

Saya masih agak ragu berangkat ke Singapore atau tidak. Apakah aman terbang di usia kehamilan muda seperti ini? Apalagi trip kick off meeting kali ini temanya backpackers. Walau berangkat dengan maskapai penerbangan bagus, Singapore Airline, tapi trip disana akan banyak menggunakan transportasi umum seperti MRT dan monorail.

Akhirnya saya putuskan berangkat dengan mengukur diri sendiri, gak boleh terlalu capek disana. Saat ada freetime ke daerah perbelanjaan Orchad, saya lebih memilih untuk kembali ke hotel dan beristirahat. Ketika main di Universal Studio Singapore pun saya memilih permainan yang tidak terlalu berat dan lebih banyak beristirahat.

Alhamdulillah sepulangnya dari sana kondisi saya sehat-sehat saja. Walaupun kaki bengkak dan capek. Beberapa hari setelah tiba di Jakarta saya putuskan mengecek kandungan saya ke dokter kandungan yang lain, bukan dokter yang sebelumnya.

Alhamdulillah dokter yang ini lebih positif menanggapi. Katanya insyaallah saya sudah positif mengandung dan tidak ada kelainan. Hanya ada genangan darah di dalam rahim yang mungkin bisa hilang seiring dengan perkembangan janin.

Berpetualang ke Nusa Tenggara Timur di Minggu ke Duabelas

Saya dan suami yang kebetulan sama-sama suka traveling, punya kebiasaan merencanakan trip dari jauh-jauh hari. Tahun lalu kami ingin sekali pergi ke labuan bajo dan pulau komodo. Sekitar bulan October tahun 2010 kami mulai mengajak teman-teman sehobby. Kami mulai memesan tiket dan merencanakan details tempat yang harus dikunjungi.

Lagi-lagi kehamilan saya yang baru diketahui bulan maret 2011 membuat bingung. Join trip ini atau mundur.

NTT medannya pasti lebih berat dari hanya trip ke Singapore. Kami akan banyak melakukan trip laut. Yang lebih bikin deg-degan, pesawat yang menghubungkan denpasar – labuan bajo adalah pesawat profiler, alias pesawat kecil berbaling-baling. Plus, tipe pesawat yang akan kami naiki, merpati MA60 adalah pesawat yang sedang menjalankan uji kelayakan karena baru saja mengalami kecelakaan. Berita soal MA60 ini sedang santer di media massa karena kabarnya pesawat ini tidak layak terbang.

Keinginan pergi sih sangat besar, selain karena trip ini sudah direncanakan lama, saya berfikir nanti kalau sudah ada bayi kesempatan pergi belum tentu ada.

Kalau dari orang tua, sepertinya mereka agak berat saya pergi. Maka saya tanya bu dokter kandungan mengenai hal ini.

Sebelum memutuskan jawabannya, beliau bertanya berapa lama perjalanan, aktifitasnya apa saja, jenis perasawat, kondisi jalan dan lain-lain. Untuk pesawat Jakarta-Denpasar karena dengan pesawat komersial biasa, beliau tidak khawatir. Tapi untuk profiler ia agak ragu. Ia bilang bahwa kondisi saya dan janin dalam keadaan sehat. Yang harus diperhatikan adalah kondisi psikis saya. Saya harus enjoy dan jauh dari rasa khawatir supaya kehamilan saya tidak terganggu.

 

Akhirnya saya putuskan pergi.

 

Ternyata bukan keputusan yang salah karena labuan bajo indah sekali. Selain labuan bajo, kami sempat menginap di pulau seraya dan berkunjung ke pulau komodo. Karena terpaan angin laut yang begitu hebat, berkali-kali saya masuk angin parah. Kesalahan fatal yang saya lakukan adalah tidak seperti trip sebelumnya, trip kali ini saya kurang banyak membawa cemilan! Akibat masuk angin, saya berkali-kali muntah, tidak bisa banyak makan, diare dan badan lemas. Seandainya saya sempat membawa biskuit atau roti yang banyak mungkin akan lebih meringankan lemas di perut. Keadaan diperparah dengan pulau seraya yang kami tinggali begitu terpencil di tengah laut dan tidak ada toko yang menjual cemilan. Saya yang sejak awal menghindari minum teh karena menghambat penyerapan zat besi, jadi serba salah karena minum air tawar hangat saja tidak cukup membuat perut nyaman. Menu makan disana pun kurang menggugah selera. Untunglah disana banyak pohon kelapa yang bebas dikonsumsi, asalkan mau mengambil dan memecah sendiri. Dengan bantuan seorang teman, saya memilih banyak konsumsi air kelapa muda ini.

Masuk angin membuat saya muntah-muntah dan diare di pulau komodo. Sungguh sangat mengganggu karena saya terpaksa tidak bisa ikut tracking naik bukit mengelilingi pulau itu.

Perjalanan pulang dari pulau komodo kembali ke pulau seraya adalah yang paling memacu adrenalin. Dalam kondisi malam kami mengarungi lautan selama 6 jam dengan kapan nelayan tanpa lampu! Tanpa alat navigasi yang memadai pula, pengemudi kapal hanya bermodalkan panduan bintang. Parahnya malam itu arus laut sangat deras, angin kencang dan sempat hujan, jadi langit tertutup awan hitam. Dalam keadaan kapal terombang-ambing saya melihat satu-satu teman-teman saya yang siap dengan life jacket masing-masing. Kami Cuma bisa berdoa semoga selamat sampai tujuan.

Pengalaman luar biasa. Alhamdulillah kami selamat dan bisa melanjutkan trip ke labuan bajo esok harinya. Karena kondisi badan masih lemas, saya lagi-lagi absen dari tracking ke air terjun yang medannya lumayan berat. Untungnya, hotel di labuan bajo cukup bagus, lengkap dengan kamar berkasur nyaman dan AC. Makanan disini pun lebih bervariasi, dari makanan indonesia sampai barat, jadi perut saya bisa kembali normal.

Senang sekali bisa berkunjung ke NTT. Alhamdulillah, kondisi saya dan baby sehat wal’afiat. Saat diperiksa dokter, beliau tidak menemukan adanya keanehan.

 

 

Jalan-jalan ke Malaysia di minggu Dua Puluh

Lagi-lagi trip ini sudah dipersiapkan sejak tahun lalu. Tiket dan semua persiapan sudah matang. Kali ini tripnya lebih santai karena penerbangannya biasa dan di malaysia kami menginap di rumah saudara. Trip kali ini saya bersama keluarga suami; bersama bapak ibu mertua, kakak dan anak-anaknya. Disana kami diantar mobil kemana-mana. Untuk destinasi dekat kami menggunakan monorail. Karena tripnya kota, jadi medannya ringan. Hanya seputar taman hiburan dan tempat belanja.

Kendala yang terasa berat hanya saat baru tiba di LCCT, antrian imigrasi luaaaar biasa panjang! Entah kenapa pihak imigrasi malaysia memperlakukan wisatawan non warga malaysia dengan seenaknya. Loket imigrasi yang dibuka hanya sedikit dan pelayanannya lama sekali. Sementara loket untuk warga Malaysia lebih banyak dan cepat pelayanannya sehingga tidak terlihat antrian. Memakan waktu hampir 2 jam berdiri di antrian yang meliuk-liuk seperti ular. Padahal waktu itu hampir tengah malam. Kami harus berada dalam barisan yang mengantri tidak rapih dan aroma badan dan parfum yang beraneka ragam. Ujian yang luar biasa.

 

** 

Dari tiga perjalanan jauh disaat hamil ini saya membuktikan bahwa insyaallah aman saja bumil travelling. Yang penting bumil merasa sehat dan ada jaminan dari dokter kandungan bahwa bumil dan janin sehat.

Selain itu bumil harus mensugesti dirinya sendiri bahwa semua akan baik-baik saja, harus enjoy dan persiapan harus matang. Untuk usia kandungan awal sebaiknya menyipakan cemilan dan susu bubuk/ sereal/ minuman instant aman yang bisa diseduh. Selain itu ada baiknya bumil tau kondisi tempat yang akan didatangi. Dan yang penting ittenerary perjalanan harus disesuaikan dengan kondisi, jangan terlalu berat.

Text 16 Aug Perawatan Popok Kain (Clodi / cloth diaper)

artikel ini harusnya di posting duluan :)

dicpy dari sini: http://blognyaindie.wordpress.com/2010/03/31/perawatan-popok-kain-clodi-cloth-diaper/

Clodi seperti prefold menurutku paling mudah dirawat sedangkan clodi yg menggunakan fleece  dan microfibre seperti pocket diaper dan AIO, perawatannya mesti hati2.  Beberapa hal yang harus dipikirkan dalam perawatan popok kain/clodi ini:

1.  Pencucian

Sebaiknya pencucian clodi disesuaikan dengan instruksi dari pembuatnya.  Biasanya PUL (bahan diaper cover yang membuatnya anti tembus air) tidak baik sering dicuci dalam air terlalu panas, dan lapisan anti tembusnya dan karetnya bisa cepat rusak.  Karena di rumah saya harus mengerjakan semua sendiri, maka semua penyucian clodi saya tugaskan ke mesin cuci.  Saya biasanya selang seling antara setting 40derajat dengan 60derajat.  60 derajat utk membunuh kuman dan 40 derajat utk menghemat energi.  Rutinitas penyucian tergantung masing2 individual, kalau saya, clodi dibilas di mesin cuci dgn air dingin menggunakan wool cycle dengan sedikit lavender oil dan 1sdt bicarbonate soda.  Lalu either 40 derajat atau 60 derajat setting dgn prewash, saya taruh 3/4 detergent di prewash drawer dan 1/4 di main wash drawer dan sedikit cuka di bagian softener.  Cuka? sedikit aja berguna karena air di daerah saya mengandung banyak mineral deposit (limescale).

2.  Pemilihan deterjen

Sepertinya pusing juga yah, udah beli clodi mahal2 tapi perawatan salah akhirnya menyebabkan bau atau rusak.  Itu biasanya yang membuat pengguna clodi putus asa.  Sebagai guideline dalam pemilihan deterjen, yaitu pilih deterjen yang NO BLEACH, NO softener, JANGAN yang soap base (krn mengandung oil), kalau bisa hindari optical brightener krn bisa membuat iritasi di kulit tapi kalo pembilasan bagus dan tidak meninggalkan residue, optical brightener mungkin gak apa2.  Jadi  deterjen yang bagaimana cocok untuk clodi, biasanya deterjen yg ash base, ditulis di ingredient list-nya: ZEOLITE (ini berarti bukan soap base).  Kalau anak anda sangat sensitive, biasanya ada detergent yang tidak mengandung enzyme, kalo di inggris biasa disebut dengan non-bio yang diperuntukan untuk mereka yg berkulit sensitif.

Seberapa banyak detergen yang dipakai untuk mencuci clodi? 1/2dari yg direcommend di box deterjen utk sekali cuci

3.  Perawatan mesin cuci

Di daerah tempatku tinggal airnya mengandung mineral deposit yang disebut limescale. Jadi sekali2 mesin cuciku  mesti dibersihkan dari endapan mineral.  Caranya: gampang kok, mesin cuci kosong, jalankan dengan setting yg paling panas (90derajat), taruh 1sdm cuka.  Kalo tidak dibersihkan, berarti pembilasan clodi tidak optimal seperti membilas dengan air kotoran, jadi sama juga bohong.  Sebaiknya maintenance wash dilakukan tiap 1-2 bulan sekali.

4.  Pemilihan Penyimpanan clodi kotor (diaper pail)

Biasanya ada 2 macam cara penyimpanan clodi kotor (diaper pail), wet and dry diaper pail.  Wet diaper pail, clodi kotor direndam di ember, kalau disimpan lebih dari 1 hari, air mesti sering diganti krn bisa bau pesing dan berjamur.  Kalau menggunakan diaper pail basah, air jangan dicampur detergent terlalu lama, karena detergent bisa merusak PUL (bagian yg anti tembus air).  Sedangkan  cara diaper pail kering adalah cara menyimpan clodi kotor TANPA air.  Saya sendiri menggunakan cara diaper pail kering tapi saya memisahkan antara clodi yg kena pup dan yg hanya dipipisin.  Clodi yg kena pup, biasanya saya langsung bilas dgn air dingin supaya tidak membekas di clodi.  (note: Jangan bilas dengan air panas, krn air panas men-set noda dan malah membuat clodi berbekas).

Gimana sih caranya supaya diaper pail gak bau? Kalo diaper pail basah, mungkin bisa taruh setetes lavender oil, tapi sering mengganti air adalah cara terbaik untuk mencegah diaper pail menjadi bau.  Sedangkan untuk diaper pail kering, biasanya saya taruh, paper liner yg sudah saya tetesi lavender oil, taruh paling bawah sebelum clodi ditaruh, lalu setiap hari saya taburi bicarbonate soda.  Saya biasanya mencuci clodi 2x seminggu, jadi kadang bisa 3 hari clodi diam di diaper pail.

5.  Stripping

Waktu pertama membaca kata stripping kok kayaknya vulgar amat yah, walah… artinya ternyata beda bener ma yang aku pikirkan.  Stripping itu istilah di dunia per-clodi-an USA untuk menghilangkan residue yg tertinggal di clodi krn deterjen build up.  Tanda2 clodi butuh di-strip, adalah bau pesing, biasanya clodi hanya bau pesing kalo sudah lebih dari 1 hr di diaper pail dan itupun tidak terlalu bau.  Kalo baunya gak ketulungan, itu berarti ada detergent build up.  Biasanya clodi yang dilapisi dengan fleece, microfiber inserts  dan hemp sangat prone terjadi deterjen build up.  Gimana caranya men-strip clodi, ada beberapa cara, tapi cara yg memungkinkan buat Indonesia mungkin direbus.  Sebelum direbus, clodi mesti dicuci, bilas dahulu.  Kemudian baru di taruh di dalam panci yg diisi dengan air mendidih, gak usah terlalu lama, sampai air berubah menjadi keruh dan berbusa (biasanya sekitar 1-5menit), lalu diangkat, bilas TANPA deterjen, bisa pakai tangan atau di mesin cuci.  Cara lain untuk men-strip clodi adalah dengan menggunakan mesin pencuci piring (dishwasher), clodi yg sudah dicuci yg mau distrip bisa ditaruh di dishwasher, tentunya tanpa peralatan makan.   Stripping sebenarnya tidak dianjurkan terlalu sering, paling 6 bln sekali, soalnya stripping bisa merusak PUL dan karet.  Beberapa Clodi-ku pernah di-strip 2 kali, langsung karetnya melar, akhirnya malah tidak bisa dipakai lagi 

Text 16 Aug Tips: Detergen Yang Aman Untuk Cloth Diaper

Cloth diper itu kan didalam kain penyerapnya ada komponen yang harus dijaga supaya awet dan dapat bertahan hingga 2 tahun pemakaian. Kalau saya baca diartikel, deterjen yang digunakan sebaiknya deterjen biodegradable ramah lingkungan yang biasa-biasa saja. Tidak mengandung: bleach, enzym, softener, pencerah optik sinar matahari, pencerah warna pakaian. 

Di pasaran memang dijual deterjen khusus untuk mencuci clodi ini, tapi ada juga beberapa deterjen murah di pasaran yang sampai saat ini masih tergolong aman:

Daia Bunga 900gr
Daia Lemon 900gr 
Attack Clean Maximiser 450gr 
Attack Easy 700gr 
Rinso Excel 1kg 
B29 Water guard 1800gr 
B29 Rose 
Deterjen bubuk carefour 500gr 
Viso 900gr 
Deterjen BOOM putih 550gr 

Atau untuk lebih aman, sebaiknya mengecek ulang kandungan aktif pada kemasan deterjen saat membeli.

Text 15 Aug Air ketuban

Beberapa hari ini di milis asiforbaby ada bahasan tentang air ketuban ibu hamil yang dinyatakan terlalu sedikit kata dokter kandungannya. Kabarnya, air ketuban yang terlalu sedikit bisa menyebabkan keguguran. Awalnya saya pikir air ketuban itu jumlahnya sudah otomatis, kurang atau lebih jumlahnya tidak akan berpengaruh. Pantas saja tiap cek up kandungan, bu dokter suka bilang “air ketuban cukup” selain plasenta normal tidak menutupi jalan lahir. 

Berikut ini saya lampirkan artikel dari Ayah bunda (http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/air.ketuban.minim/001/001/53/9/-/4) jika air ketuban minim.

Hamil dengan Air Ketuban Minim

Minimnya air ketuban saat Anda hamil jangan dianggap remeh karena bisa mengganggu tumbuh kembang janin dan berisiko komplikasi saat proses kelahiran

Air ketuban atau amnion adalah cairan yang dihasilkan janin dan selaput yang mengelilinginya. Volume air ketuban akan terus bertambah dan mencapai puncaknya pada minggu ke 34 kehamilan. Jumlah akan relatif bertahan sampai usia kehamilan 37-40 minggu. Namun bukan tidak mungkin ada gangguan kesehatan yang menyebabkan volume air ketuban terlalu sedikit yang disebutoligohidramnion. Kasus ini ditemukan pada kira-kira 8 dari 100 kehamilan.

Apa penyebabnya?

  • Gangguan pertumbuhan pada janin
  • Kelainan ginjal bawaan pada janin sehingga produksi urinnya sedikit. Padahal urin termasuk sumber utama air ketuban
  • Kehamilan lewat waktu sehingga fungsi plasenta atau ari-ari menurun
  • Penyakit ibu, seperti darah tinggi, diabetes, gangguan pembekuan darah dan penyakit otoimun seperti lupus

Cara mengeceknya. Dengan memeriksa indeks cairan ketuban, yakni jumlah pengukuran kedalaman gambaran air ketuban di empat sisi kuadran perut ibu. Dilakukan lewat USG (ultrasonografi). Nilai nominalnya berkisar antara 10-20 cm. Bila kurang dari 10 cm disebut air ketuban telah berkurang. Jika kurang dari 5 cm, inilah yang disebut oligohidramnion.

Apa risikonya?

  • Jika terjadi pada trimester pertama kehamilan: berisiko menimbulkan cacat bawaan pada janin, keguguran, kelahiran prematur atau janin meninggal
  • Jika terjadi pada trimester kedua kehamilan, akan amat mengganggu tumbuh kembang janin
  • Jika terjadi menjelang persalinan, meningkatkan risiko terjadinya komplikasi selama kelahiran. Seperti tidak efektifnya kontraksi rahim akibat tekanan di dalam rahim yang tidak seragam ke segala arah. Buntutnya, persalinan jadi lama atau malah “berhenti”

Apa tindakan dokter? Jika tidak terjadi peningkatan jumlah air ketuban yang disertai dengan tanda-tanda tidak sesuainya pertumbuhan berat janin dan terganggunya aliran darah tali pusat, biasanya dokter akan memutuskan segera melahirkan janin. Apalagi jika ditemukan pada kehamilan cukup bulan.

Apa yang penting dilakukan ibu hamil dengan oligohidramnion?

  • Makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang serta tingkatkan konsumsi cairan
  • Banyak istirahat
  • Stop merokok dan/atau jadi perokok pasif
  • Amati frekuensi gerakan atau aktivitas janin
  • Laporkan segera ke dokter jika terjadi tanda-tanda kelahiran prematur seperti pendarahan atau keluar cairan dari vagina

**

Ternyata bukan cuma air ketuban minim yang bisa jadi masalah. Air ketuban berlebih juga bahaya.

http://www.hypno-birthing.web.id/?p=262

JIKA AIR KETUBAN LEBIH 

Cairan ketuban berlebih disebut polihidramnion atau cukup disebut hidramnion saja. Cairan ketuban paling banyak dihasilkan oleh proses urinasi atau produksi air seni janin. Si jabang bayi minum air ketuban dalam jumlah yang seimbang dengan air seni yang dihasilkannya.

Volume air ketuban mestinya tidak persis sama dari waktu ke waktu. Volume ini mengalami puncak di umur kehamilan sekitar 33 minggu, yakni sekitar 1-1,5 liter yang berangsur berkurang mendekati kehamilan cukup bulan (40 minggu). Pada kasus hidramnion, volume bisa mencapai 3-5 liter yang umumnya terjadi setelah umur kehamilan mencapai 22 minggu atau sekitar 5 bulan.

Hidramnion terjadi karena:

  • Produksi air seni janin berlebihan.
  • Ada kelainan pada janin yang menyebabkan cairan ketuban menumpuk, yaitu hidrosefalus, atresia saluran cerna, kelainan ginjal dan saluran kencing kongenital.
  • Ada sumbatan/penyempitan saluran cerna pada janin sehingga ia tak bisa menelan air ketuban. Alhasil, volume air ketuban meningkat drastis.
  • Kehamilan kembar, karena ada dua janin yang menghasilkan air seni.
  • Ada proses infeksi.
  • Ada hambatan pertumbuhan atau kecacatan yang menyangkut sistem saraf pusat sehingga fungsi gerakan menelan mengalami kelumpuhan.
  • Ibu hamil menderita diabetes yang tidak terkontrol.
  • Inkompatibilitas/ketidakcocokan Rhesus.

DAMPAK

Cairan ketuban yang berlebih berdampak buruk. Ibu biasanya merasa kandungannya cepat sekali membesar. Pada kasus hidramnion ekstrem, pembesaran perut biasanya begitu berlebihan sehingga dinding perut menjadi sedemikian tipis. Bahkan pembuluh darah di bawah kulit pun terlihat jelas. Lapisan kulit pecah, sehingga tampak guratan-guratan nyata pada permukaan perut. Kalau diukur, pertambahan lingkaran perut terlihat begitu cepat. Begitu juga tinggi rahim.

Cairan ketuban yang berlebih menyebabkan peregangan rahim, selain menekan diafragma ibu. Itu semua akan memunculkan keluhan-keluhan serupa dengan kehamilan kembar, di antaranya sesak napas/gangguan pernapasan yang berat, pertambahan berat badan berlebih dan bengkak di sekujur tubuh. Keluhan-keluhan tersebut ujung-ujungnya akan memicu terjadinya hipertensi dalam kehamilan yang mungkin harus diakhiri dengan persalinan prematur.

Disamping itu, letak janin umumnya jadi tidak normal. Dengan alat pemeriksa, suara denyut jantung janin terdengar jauh karena letaknya jadi cukup jauh dari permukaan. USG bisa mendapat diagnosis yang lebih pasti dengan cara mengukur ketinggian kantung air ketuban dan indeks cairan amnion. Alat ini sekaligus dapat mengetahui apakah ada kelainan bawaan pada janin dan gangguan pertumbuhan janin.

Peregangan atau tekanan yang begitu kuat pada dinding rahim dapat memicu terjadinya kontraksi sebelum waktunya. Namun, dokter tentu akan mengupayakan agar tidak terjadi persalinan prematur dengan cara memberikan obat “peredam” kontraksi.

Cairan ketuban yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko komplikasi persalinan, yaitu perdarahan pascapersalinan. hidramnion juga amat memungkinkan terjadinya komplikasi plasenta terlepas dari tempat perlekatannya. Belum lagi risiko terjadinya kematian janin dalam kandungan.

Yang jelas, kemungkinan ibu menjalani bedah sesar jauh lebih tinggi dibanding kehamilan biasa mengingat letak janin yang tidak normal dan menurunnya tingkat kesejahteraan janin.

MENGATASINYA

Cara yang biasanya ditempuh adalah dengan menyedot atau mengeluarkan sebagian cairan ketuban melalui sebuah jarum khusus yang dimasukkan dari permukaan perut yang disebut dengan amniosentesis. Cairan tersebut akan diperiksa sel-sel kromosomnya untuk ditelusuri apakah ada kelainan. Tindakan ini dapat dilakukan berulang kali sampai kehamilan cukup bulan. Tindakan ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sesak si ibu yang kadang tak tertahankan.

KEMUNGKINAN PERSALINAN

Operasi sesar juga tidak otomatis menjadi jalan terbaik bagi persalinan dengan kasus ini. Prinsip utama dan dasar ilmu kedokteran secara universal yaitu “primum non nocere”, artinya “pertama-pertama janganlah melukai”. Jadi, pada kasus hidramnion dimana kemungkinan kecacatan janin tinggi, dokter kandungan akan berpikir dua kali sebelum memilih “melukai ibu” untuk mendapat bayi yang “cacat” dengan kemungkinan hidup kecil. Para dokter akan mengupayakan persalinan per vaginam walupun ibu bergelut dengan kasus hidramnion.

PELINDUNG JANIN

Ada beragam fungsi cairan ketuban. Di antaranya sebagai bantalan/peredam atau pelindung yang menjaga janin terhadap benturan dari luar. Cairan ketuban juga memungkinkan janin leluasa bergerak sekaligus tumbuh bebas ke segala arah. Selain itu sebagai benteng terhadap kuman dari luar tubuh ibu dan menjaga kestabilan suhu tubuh janin. Cairan ketuban juga merupakan alat bantu diagnostik dokter pada pemeriksaan amniosentesis.

Perlu diketahui, air ketuban tidak membuka apalagi mendorong janin keluar. Yang bertugas untuk itu adalah kontraksi rahim (his). Jadi walaupun ketuban sudah pecah atau kadar airnya tinggal sedikit, pembukaan mulut rahim dan dorongan bayi untuk lahir tetap akan terjadi selama ada kontraksi.

Sumber : Hilman Hilmansyah.

Konsultan ahli:
dr. Hendra Gunawan Widjanarko, Sp.OG
dari RSIA Hermina Pasteur, Bandung

Video 15 Aug

Clodi Perdana

Popok kain pertama yang dipesan online sudah sampai. Cluebebe coveria petite entuknya imut banget dan sangat petite. Untuk yang pertama, saya mencoba 2 motif aeroplane dan retro square. 

selain 2 cover cluebebe coveria petite, saya juga memesan 3 insert stay dry cluebebe dan 2 pax liner @ isi 5 pcs

Bulan depan nyicil beli yang lain lagi. Maunya sih beli liner yang disposable, clodi blueberry minky dan insertnya, plus popok kain bahan tetra dan snappy. :)

Text 5 Aug Pencerahan tentang Clodi :)

Tadi pagi, seorang teman menghubungi saya via blackberry messager. Rupanya ia membaca tulisan saya terdahulu tentang clodi. Ibu satu putri ini dengan senang hati membantu kalau saya mau tanya-tanya soal clodi.

Saya pun tidak sia-siakan kesempatan ini, saya bertanya dari mulai istilah-istilah sampa rekomendasi popok yang biasa ia gunakan. Bak duta clodi, ia memberi sedikit pencerahan.

Untuk anak perempuannya ia menggunakan popok kain buatan sendiri, dari bahan tetra. Kalau dari penjelasannya popok tetra ini menyerap air dan lembut di kulit bayi. Tak lupa ia sertakan gambar bentuk pakai popok tersebut. Ternyata popok itu yang biasa dibuat mama saya untuk kami anak-anaknya. Waktu saya tanya mama, ternyata bahan itu memang recommended. Untuk satu anak mama membeli sekian meter bahan dan membuat kurang lebih 20 pcs popok. Popok dibentuk segi empat dan dijahit pinggirannya serta diberi renda warna-warni supaya terlihat cantik.

Saya lantas googling cara melipat popok ini dengan kata kunci “seni melipat popok”. Ternyata sangat mudah. Yang dibutuhkan hanya popok, kertas liner (lebih dikenal dengan nappy liner = kertas tidak mudah hancur bila kena air yang dapat menampung ampas kotoran agar tidak menimbulkan noda di kain popok, lapisan ini ada yang sekali pakai ada juga yang bisa dicuci dan pakai kembali) dan penjepit snappy atau peniti bayi yang besar.

Kata teman saya, popok tetra ini bisa diisi insert/liner untuk clodi juga. Untuk luarnya bisa pakai cover atau celana plastik atau celana pop. Popok ini memang hanya menampung 1 kali pipis/pup, makanya dibutuhkan banyak untuk satu hari. Tapi kalau hanya untuk pemakaian dirumah saya rasa tidak masalah gonta-ganti popok ini. 

Kata mama, karena bentuknya segiempat jadi menutup sempurna selangkangan bayi, tidak seperti popok kain dengan tali yang bila bayi bergerak aktif akan muncul rongga sehingga kelihatan “dalamnya”.

Popok tetra adalah satu solusi  .

Selain popok tetra, saya akan membutuhkan clodi lucu-lucu yang banyak di jual di online shop. kalau popok tetra untuk “baju santainya”, clodi sudah jadi ini untuk pakaian weekendnya :P

Saya hanya akan butuh beberapa buah, dan sepertinya yang local saja. Kecuali kalau ada yang mau menghadiahi clodi import, alhamdulillah :)

Yang penting saya harus punya banyak liner/insert/soaker jadi bisa ganti-ganti. 

Untuk solusi bepergian, kemungkinan besar saya masih akan menggunakan popok sekali pakai buang untuk menghindari kerepotan apabila bayi pup. Jadi tidak perlu repot membersihkan. Cukup copot dan buang. 

Walau masih kurang ramah lingkungan, setidaknya saya berusaha tidak menggunakan popok sekali pakai ini setiap hari.

Masalah clodi ini awalnya sedikit mengintimidasi saya, pilihan antara memakai clodi local atau import, antara merek terkenal atau merek biasa, antara import cina atau bukan. Sama seperti membeli barang keperluan bayi lainnya, gendongan, kereta bayi dan lain-lain yang kalau bermerek harganya mahal sekali. Tapi setelah saya pikir dan telusuri lebih lanjut, yang penting kan fungsi dan pemeliharaan barang dari si pemakai. Gak perlu lah memaksakan pakai barang bermerek. Alasan nomor satu, bundanya juga gak suka ngelirik merek, mudah-mudahan si baby nanti juga mementingkan akal sehat daripada merek… walaupun kata si ayah “ada harga ada rupa” :P

Alasan nomor dua, perjalanan si baby masih panjang, masih banyak yang harus dipersiapkan. Lebih baik kelebihan uangnya dipakai untuk menabung yang lain saja.


Design crafted by Prashanth Kamalakanthan. Powered by Tumblr.